Dashboard UPT Perpustakaan

TOTAL BUKU

BUKU 0

BUKU TERSEDIA

BUKU 0

BUKU DIPINJAM

BUKU 0

BUKU DIBOOKING

BUKU 0
DAFTAR NAMA BUKU PERPUSTAKAAN
PENCARIAN BUKU
Reset
NO SAMPUL BUKU JUDUL BUKU STATUS
26641 image

NOMOR PANGGIL:

IS-76100

SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANG

Pengarang:   SYAFRUDIN ATENG,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-1073-14-7
Nomor Panggil:   IS-76100
Kode Klasifikasi:   352.52 SYA S
Format:   Xiv + 103 .,22
Lokasi Rak Buku:   RAK 29 300 LB 5
Ringkasan Buku :

Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif.

KHUSUS DIBACA
26642 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7701

SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANG

Pengarang:   SYAFRUDIN ATENG,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-1073-14-7
Nomor Panggil:   IS-7701
Kode Klasifikasi:   352.52 SYA S
Format:   Xiv + 103 .,22
Lokasi Rak Buku:   RAK 29 300 LB 5
Ringkasan Buku :

Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif.

KHUSUS DIBACA
26643 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7702

SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANG

Pengarang:   SYAFRUDIN ATENG,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-1073-14-7
Nomor Panggil:   IS-7702
Kode Klasifikasi:   352.52 SYA S
Format:   Xiv + 103 .,22
Lokasi Rak Buku:   RAK 29 300 LB 5
Ringkasan Buku :

Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif.

KHUSUS DIBACA
26644 image

NOMOR PANGGIL:

IS- 8303

SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONAL

Pengarang:   ATMASASMITA ROMLI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-247-0
Nomor Panggil:   IS- 8303
Kode Klasifikasi:   364.132 3 ATM S
Format:   VIII + 293 hal ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 25 300 LB 3
Ringkasan Buku :

buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi.

TERSEDIA
26645 image

NOMOR PANGGIL:

IS- 8304

SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONAL

Pengarang:   ATMASASMITA ROMLI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-247-0
Nomor Panggil:   IS- 8304
Kode Klasifikasi:   364.132 3 ATM S
Format:   VIII + 293 hal ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 25 300 LB 3
Ringkasan Buku :

buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi.

TERSEDIA
26646 image

NOMOR PANGGIL:

IS- 8305

SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONAL

Pengarang:   ATMASASMITA ROMLI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-247-0
Nomor Panggil:   IS- 8305
Kode Klasifikasi:   364.132 3 ATM S
Format:   VIII + 293 hal ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 25 300 LB 3
Ringkasan Buku :

buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi.

KHUSUS DIBACA
26647 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8306

SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONAL

Pengarang:   ATMASASMITA ROMLI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-247-0
Nomor Panggil:   IS-8306
Kode Klasifikasi:   364.132 3 ATM S
Format:   VIII + 293 hal ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 25 300 LB 3
Ringkasan Buku :

buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi.

KHUSUS DIBACA
26648 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8307

SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONAL

Pengarang:   ATMASASMITA ROMLI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-247-0
Nomor Panggil:   IS-8307
Kode Klasifikasi:   364.132 3 ATM S
Format:   VIII + 293 hal ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 25 300 LB 3
Ringkasan Buku :

buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi.

KHUSUS DIBACA
26649 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8308

SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONAL

Pengarang:   ATMASASMITA ROMLI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-247-0
Nomor Panggil:   IS-8308
Kode Klasifikasi:   364.132 3 ATM S
Format:   VIII + 293 hal ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 25 300 LB 3
Ringkasan Buku :

buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi.

KHUSUS DIBACA
26650 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8309

SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONAL

Pengarang:   ATMASASMITA ROMLI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-247-0
Nomor Panggil:   IS-8309
Kode Klasifikasi:   364.132 3 ATM S
Format:   VIII + 293 hal ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 25 300 LB 3
Ringkasan Buku :

buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi.

KHUSUS DIBACA
26651 image

NOMOR PANGGIL:

IS-3961

SEKITAR PENGANTAR ILMU HUKUM

Pengarang:   TOBING M.L,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   62-01-010-3
Nomor Panggil:   IS-3961
Kode Klasifikasi:   340 TOB S
Format:   VI + 112 hal; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 18 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Budaya umat manusia berkembang terus tanpa henti-hentinya. Pada abad ke-20 ini perkembangan akal budaya menuntut supaya setiap manusia dalam masyarakat diakui sebagai subyek hukum yang berkepribadian. Dan wewenang mempunyai hak dan kewajiban hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini yang menjadi subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. Ada teori yang cenderung meniadakan badan hukum dan subyek hukum adalah manusia dan badan hukum.

TERSEDIA
26652 image

NOMOR PANGGIL:

IS-3962

SEKITAR PENGANTAR ILMU HUKUM

Pengarang:   TOBING M.L,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   62-01-010-3
Nomor Panggil:   IS-3962
Kode Klasifikasi:   340 TOB S
Format:   VI + 112 hal; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 18 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Budaya umat manusia berkembang terus tanpa henti-hentinya. Pada abad ke-20 ini perkembangan akal budaya menuntut supaya setiap manusia dalam masyarakat diakui sebagai subyek hukum yang berkepribadian. Dan wewenang mempunyai hak dan kewajiban hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini yang menjadi subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. Ada teori yang cenderung meniadakan badan hukum dan subyek hukum adalah manusia dan badan hukum.

KHUSUS DIBACA
26653 image

NOMOR PANGGIL:

IS-3963

SEKITAR PENGANTAR ILMU HUKUM

Pengarang:   TOBING M.L,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   62-01-010-3
Nomor Panggil:   IS-3963
Kode Klasifikasi:   340 TOB S
Format:   VI + 112 hal; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 18 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Budaya umat manusia berkembang terus tanpa henti-hentinya. Pada abad ke-20 ini perkembangan akal budaya menuntut supaya setiap manusia dalam masyarakat diakui sebagai subyek hukum yang berkepribadian. Dan wewenang mempunyai hak dan kewajiban hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini yang menjadi subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. Ada teori yang cenderung meniadakan badan hukum dan subyek hukum adalah manusia dan badan hukum.

KHUSUS DIBACA
26654 image

NOMOR PANGGIL:

IS-3964

SEKITAR PENGANTAR ILMU HUKUM

Pengarang:   TOBING M.L,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   62-01-010-3
Nomor Panggil:   IS-3964
Kode Klasifikasi:   340 TOB S
Format:   VI + 112 hal; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 18 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Budaya umat manusia berkembang terus tanpa henti-hentinya. Pada abad ke-20 ini perkembangan akal budaya menuntut supaya setiap manusia dalam masyarakat diakui sebagai subyek hukum yang berkepribadian. Dan wewenang mempunyai hak dan kewajiban hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini yang menjadi subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. Ada teori yang cenderung meniadakan badan hukum dan subyek hukum adalah manusia dan badan hukum.

KHUSUS DIBACA
26655 image

NOMOR PANGGIL:

IS-3965

SEKITAR PENGANTAR ILMU HUKUM

Pengarang:   TOBING M.L,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   62-01-010-3
Nomor Panggil:   IS-3965
Kode Klasifikasi:   340 TOB S
Format:   VI + 112 hal; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 18 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Budaya umat manusia berkembang terus tanpa henti-hentinya. Pada abad ke-20 ini perkembangan akal budaya menuntut supaya setiap manusia dalam masyarakat diakui sebagai subyek hukum yang berkepribadian. Dan wewenang mempunyai hak dan kewajiban hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini yang menjadi subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. Ada teori yang cenderung meniadakan badan hukum dan subyek hukum adalah manusia dan badan hukum.

KHUSUS DIBACA
    Jumlah Record: 30870