PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN KONDUKTIF TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN PADA ELEKTRODA BATANG

Sistem pentanahan yang baik harus memiliki nilai resistansi yang rendah agar mampu mengalirkan arus gangguan ke tanah secara optimal dan melindungi peralatan listrik. Pada tanah dengan resistivitas tinggi, diperlukan perlakuan khusus seperti penambahan zat aditif untuk menurunkan nilai tahanan pentanahan. Salah satu bahan yang digunakan adalah semen konduktif yang memiliki sifat konduktif, nonkorosif, dan stabil terhadap kondisi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan membandingkan nilai tahanan pentanahan pada elektroda batang tanpa dan dengan penambahan semen konduktif pada kedalaman 0,3 m, 0,4 m, dan 0,5 m dan pengukuran dilakukan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tahanan pentanahan tanpa penambahan semen konduktif pada kedalaman 0,3 m adalah 564 Ω, sedangkan pada kedalaman 0,4 m menjadi 445 Ω, dan pada kedalaman 0,5 m menurun menjadi 266 Ω. Hasil pengukuran nilai tahanan pentanahan dengan penambahan semen konduktif pada kedalaman 0,3 m adalah 437 Ω, sedangkan pada kedalaman 0,4 m menjadi 335 Ω. Kedalaman 0,5 m merupakan kedalaman paling efektif karena memberikan nilai tahanan terendah sebesar 142 Ω. Hal ini menunjukkan bahwa semakin dalam penanaman elektroda, nilai tahanan pentanahan semakin menurun. Selain itu, penambahan semen konduktif terbukti mampu menurunkan nilai tahanan secara signifikan. Dengan demikian, penggunaan semen konduktif dan peningkatan kedalaman elektroda efektif dalam menurunkan nilai tahanan pentanahan, sehingga dapat meningkatkan kinerja sistem pentanahan sesuai standar yang diharapkan.
A good grounding system must have a low resistance value to be able to optimally channel fault currents to the ground and protect electrical equipment. In soils with high resistivity, special treatments are required such as the addition of additives to reduce the grounding resistance value. One of the materials used is conductive cement which has conductive, non-corrosive, and stable properties against environmental conditions. The method used in this study is an experimental method by comparing the grounding resistance value on the rod electrode without and with the addition of conductive cement at a depth of 0.3 m, 0.4 m, and 0.5 m and measurements were carried out for 7 days. The results showed that the grounding resistance value without the addition of conductive cement at a depth of 0.3 m was 564 Ω, while at a depth of 0.4 m it became 445 Ω, and at a depth of 0.5 m it decreased to 266 Ω. The results of the measurement of the grounding resistance value with the addition of conductive cement at a depth of 0.3 m were 437 Ω, while at a depth of 0.4 m it became 335 Ω. A depth of 0.5 m is the most effective depth, providing the lowest resistance value of 142 Ω. This indicates that the deeper the electrode is embedded, the lower the grounding resistance value. Furthermore, the addition of conductive cement has been shown to significantly reduce the resistance value. Therefore, the use of conductive cement and increasing the electrode depth are effective in reducing the grounding resistance value, thereby improving the performance of the grounding system to meet the expected standards.
Kata kunci: sistem pentanahan, tahanan tanah, semen konduktif, elektroda batang
Nama Penulis :    PUTRI PERMATA SARI ROHI MOLA
Nama Pembimbing :    FRANS J LIKADJA, SUDIRMAN S,
Nama Penguji :    AGUSTHINUS S SAMPEALLO, FRANS J LIKADJA, SUDIRMAN S,
Tanggal Sidang :    20 Oktober 2026
Tanggal Unggah :    20 Oktober 2026
Jenis Penelitian :    PENULISAN ILMIAH JENJANG S1
Collation :    XVII + 85 hal
Nomor Panggil :    1906030029
Jenis Bahasa :    Bahasa Indonesia
File Gambar Sampul :    1906030029_SAMPUL.JPG
File Abstrak, Bab 1 dan Bab 2 :    1906030029_ABSTRAK.PDF
File Bab 3 s/d Bab Terakhir :    Belum Diinput